Di industri asuransi, kata “transformasi digital” sudah lama terdengar. Namun dalam praktiknya, transformasi sering berhenti di pembaruan sistem—core system baru, aplikasi baru, atau tampilan yang lebih modern. Masalahnya, pasar sudah bergerak lebih cepat dari itu.
Nasabah Indonesia hari ini terbiasa dengan layanan digital yang serba instan. Mereka belanja online tanpa bicara dengan siapa pun, memesan transportasi dalam hitungan detik, dan mengurus keuangan lewat aplikasi. Ketika mereka berhadapan dengan asuransi—mulai dari beli polis sampai klaim—mereka berharap pengalaman yang sama sederhana dan jelas. Sayangnya, yang sering terjadi justru sebaliknya: proses panjang, istilah rumit, dan waktu tunggu yang tidak pasti.
Inilah pesan utama yang dibawa DXC Technology dalam Indonesia Rendezvous 2025: tantangan asuransi saat ini bukan lagi soal “apakah sistemnya jalan”, tetapi “apakah pengalaman yang dirasakan nasabah masuk akal di era digital”. Cloud dan Agentic AI hadir bukan sebagai tren teknologi, tetapi sebagai alat untuk menjembatani kesenjangan antara ekspektasi pasar dan realitas operasional asuransi.
Agentic AI sendiri bisa dibayangkan seperti tim asisten digital. Bukan satu AI serba bisa, tetapi banyak “agen” dengan tugas berbeda: ada yang memilah klaim sederhana dan kompleks, ada yang membantu underwriting, ada yang memantau kepatuhan, dan ada yang menjawab pertanyaan nasabah secara real-time. Semua bekerja bersama, sehingga proses asuransi bisa lebih cepat, konsisten, dan minim friksi—tanpa harus selalu melibatkan manusia untuk hal-hal yang sebenarnya bisa diotomasi.
Bagi pasar Indonesia yang volumenya besar dan marginnya semakin ketat, pendekatan ini sangat relevan. Perusahaan asuransi dituntut melayani lebih banyak nasabah dengan biaya yang terkendali, sambil tetap menjaga kualitas dan kepatuhan. Tanpa bantuan teknologi yang tepat, tekanan ini akan semakin sulit dikelola.
Peran DXC: Bukan Sekadar Teknologi, Tapi Cara Berpikir Baru
Yang menarik, DXC tidak memposisikan diri sebagai penyedia teknologi yang datang dengan janji instan. Dengan pengalaman puluhan tahun di industri asuransi global, DXC memahami bahwa kebanyakan perusahaan asuransi—termasuk di Indonesia—tidak bisa langsung “lompat jauh” meninggalkan sistem lama.
Pendekatan yang dibawa DXC lebih realistis. Operasi yang sudah berjalan harus tetap aman. Proses yang masih manual perlu diperbaiki secara bertahap. Teknologi baru seperti cloud dan AI harus masuk tanpa mengganggu bisnis sehari-hari. Inilah yang membuat pendekatan Protect, Extend, dan Transform menjadi relevan: melindungi yang ada, memperluas kemampuan secara bertahap, lalu mentransformasi cara kerja secara menyeluruh.
Dalam praktiknya, DXC membantu perusahaan asuransi merapikan fondasi terlebih dahulu—core system, data, dan proses—lalu menambahkan lapisan AI dan otomatisasi di atasnya. Hasilnya bukan hanya efisiensi internal, tetapi juga pengalaman yang lebih baik bagi nasabah dan agen. Proses klaim bisa lebih cepat. Produk baru bisa diluncurkan lebih singkat. Agen punya alat yang membantu mereka menjelaskan produk dengan lebih jelas dan personal.
Kolaborasi DXC dengan AWS memperkuat pendekatan ini. Cloud membuat sistem lebih fleksibel dan mudah berkembang, sementara AI membuat layanan terasa lebih cerdas dan relevan. Ketika keduanya digabungkan ke dalam proses inti asuransi, perusahaan tidak hanya terlihat digital, tetapi benar-benar bekerja secara digital.
Jika melihat perilaku pasar Indonesia saat ini, arah perubahan ini hampir tidak terelakkan. Nasabah semakin tidak sabar dengan proses yang rumit. Agen dan broker ingin dukungan teknologi yang benar-benar membantu, bukan menambah pekerjaan. Regulator pun mendorong tata kelola dan transparansi yang lebih baik. Dalam konteks ini, cloud dan Agentic AI bukan lagi “nice to have”, melainkan kebutuhan dasar untuk tetap relevan.
Pesan besarnya sederhana: asuransi yang menang di masa depan bukanlah yang paling kompleks sistemnya, tetapi yang paling mudah dipahami dan dirasakan manfaatnya oleh nasabah. Dan untuk sampai ke sana, teknologi harus digunakan bukan sekadar untuk menjalankan bisnis, tetapi untuk memperbaiki pengalaman di setiap titik interaksi.
Download presentasinya di sini: DXC_Cloud Genetic AI as the Insurance Game Changer