Jakarta – Pasar asuransi commercial lines kembali menunjukkan tanda-tanda softening, tercermin dari penurunan rata-rata tarif premi sebesar 11,7% secara tahunan (year-on-year). Data ini mengindikasikan bahwa tekanan kompetisi di pasar asuransi komersial semakin meningkat setelah periode pengetatan harga (hard market) dalam beberapa tahun terakhir.
Penurunan tarif tersebut tercatat dalam Commercial Lines Premium Index, yang merefleksikan pergerakan harga premi berbagai lini bisnis asuransi komersial, termasuk liability, package policy, specialist lines, dan fleet insurance.
Penurunan Tarif Terbesar Sejak Awal Siklus Soft Market
Penurunan sebesar 11,7% ini menjadi salah satu koreksi tarif paling signifikan dalam siklus soft market saat ini. Kondisi ini menegaskan bahwa ekspektasi stabilisasi tarif di pasar commercial lines belum sepenuhnya terwujud, dengan sebagian besar lini bisnis kembali mengalami tekanan penurunan harga.
Secara historis, fase soft market ditandai dengan meningkatnya kapasitas pasar, persaingan harga yang agresif, serta fleksibilitas term & conditions yang lebih longgar bagi tertanggung.
Kinerja Tarif per Lini Asuransi
Berdasarkan segmentasi lini bisnis, penurunan tarif terjadi secara luas, dengan variasi sebagai berikut:
Liability insurance mencatat penurunan paling tajam, dengan rata-rata tarif turun hingga sekitar 20% YoY, mencerminkan tingginya kompetisi di segmen ini meskipun risiko klaim jangka panjang masih menjadi perhatian utama underwriter.
Package policies, yang menggabungkan beberapa jaminan dalam satu polis, mengalami penurunan tarif sekitar 16,3%, seiring meningkatnya penawaran bundling dari insurer.
Specialist lines juga terdampak signifikan dengan penurunan sekitar 12,2%, menunjukkan bahwa tekanan harga tidak hanya terjadi di produk standar tetapi juga di lini yang lebih teknis.
Fleet insurance relatif lebih stabil dibanding lini lain, meskipun tetap mencatat penurunan tarif di kisaran 5,7%.
Faktor Pendorong Softening Pasar
Beberapa faktor utama yang mendorong kembalinya kondisi soft market di sektor commercial lines antara lain:
Kapasitas underwriting yang meningkat, baik dari insurer konvensional maupun pemain baru berbasis teknologi.
Persaingan antar insurer dan broker yang semakin intensif untuk mempertahankan portofolio dan memenangkan bisnis baru, khususnya pada segmen risiko yang dianggap berkualitas baik.
Pengalaman klaim (loss experience) yang relatif stabil di beberapa lini, memberikan ruang bagi insurer untuk menyesuaikan tarif secara lebih kompetitif.
Implikasi bagi Insurer dan Tertanggung
Bagi tertanggung, kondisi ini membuka peluang untuk melakukan review program asuransi, baik dari sisi premi, limit, deductible, maupun perluasan coverage. Negosiasi renewal juga cenderung lebih menguntungkan, khususnya bagi risiko dengan profil klaim yang baik.
Sementara itu, bagi insurer, soft market menghadirkan tantangan serius terhadap underwriting margin. Penurunan tarif yang agresif berpotensi meningkatkan risiko profitabilitas apabila tidak diimbangi dengan disiplin underwriting, seleksi risiko yang ketat, dan pengelolaan portofolio yang prudent.
Tren Global yang Sejalan
Penurunan tarif commercial lines ini sejalan dengan tren global, di mana sejumlah indeks pasar asuransi internasional juga menunjukkan penurunan tarif selama beberapa kuartal berturut-turut. Hal ini memperkuat indikasi bahwa pasar asuransi komersial saat ini berada dalam fase kompetitif yang menuntut strategi underwriting dan pricing yang semakin adaptif.
Outlook ke Depan
Ke depan, pelaku industri diperkirakan akan semakin fokus pada:
Segmentasi risiko yang lebih granular,
Optimalisasi struktur program asuransi, serta
Pendekatan berbasis data dan teknologi untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan premi dan kualitas portofolio.
Meskipun soft market memberikan keuntungan jangka pendek bagi tertanggung, keberlanjutan pasar tetap bergantung pada kemampuan insurer menjaga stabilitas underwriting di tengah tekanan harga yang terus berlanjut.