Grab membuat peta digital buatan sendiri yang bernama GrabMaps. GrabMaps menyasar para developer atau pengembang aplikasi di Asia Tenggara, termasuk Indonesia sekaligus menantang aplikasi Google Maps yang sudah eksis di pasar.

Sebagai tahap awal, GrabMaps akan digunakan untuk semua layanan GrabBike dan produk Grab yang lain di tujuh negara Asia Teneggara, kecuali Indonesia. Indonesia juga termasuk negara tempat Grab menjalankan bisnis, namun tampaknya tidak menggunakan GrabMaps karena dikecualikan dalam daftar itu. Grab optimistis layanan GrabMaps akan digunakan di semua layanan aplikasi Grab per kuartal ketiga tahun ini.

Grab mengeklaim menawarkan keunggulan terkait rute “hiperlokal” yang lebih baik karena mencakup gang dan jalan kecil, namun umum digunakan di kota-kota di Asia Tenggara.

“Layanan pemetaan pihak ketiga yang kami andalkan tidak memiliki gang-gang kecil yang biasanya diandalkan di Asia Tenggara, atau mereka tidak memiliki titik penjemputan atau pengantaran yang tepat di mal-mal besar di Asia Tenggara”, kata Tan Hooi Ling, Co-founder Grab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s