Sekalipun Fintech dan Wealth Tech mungkin berasal dari akar yang sama, keduanya memang berbeda. Fintech menggabungkan keuangan dan teknologi, Wealth Tech bertujuan untuk menawarkan solusi alternatif bagi perusahaan manajemen kekayaan konvensional dengan mengotomatisasi layanan manajemen kekayaan dan investasi bagi pengguna. Meski demikian, Wealth Tech adalah bagian dari Fintech.

Fintech telah menjadi salah satu industri yang berkembang pesat secara global; dengan perkiraan tingkat pertumbuhan tahunan di atas 25 persen. Pada tahun 2022 saja, industri ini diperkirakan bernilai di atas USD310 miliar . Di sisi lain, industri Wealth Tech diperkirakan akan bernilai $137,44 juta pada tahun 2028. Di luar Indonesia, kedua industri meningkat dengan cukup cepat dan telah memperlihatkan sejumah kemajuan.

Tapi apa perbedaan antara Fintech dan Wealth Tech? Mari kita membahasnya. 

Definisi Fintech dan Wealth Tech

Fintech menghubungkan layanan finansial dengan teknologi untuk mengubah cara konsumen menggunakan, membelanjakan, dan menerima uang mereka. Pada Fintech, perangkat lunak dan algoritme khusus dapat diakses melalui komputer dan smartphone. Saat ini, Fintech terdiri dari berbagai sektor dan industri seperti perbankan ritel dan manajemen investasi. Cryptocurrency seperti bitcoin juga mulai populer.  

Wealth tech bertujuan untuk menawarkan solusi digital untuk meningkatkan cara pribadi dan profesional dalam mengelola dan berinvestasi. Ini menggunakan teknologi modern seperti Artificial Intelligence dan Big Data untuk menawarkan metode manajemen kekayaan lain selain yang digunakan secara konvensional. Tujuannya adalah untuk membuat manajemen kekayaan dan pilihan investasi yang koheren dan terkomputerisasi. 

Fintech dan Wealthtech Vertikal

Fintech dan Wealth Tech terdiri dari satu rangkaian vertikal. 

Perusahaan Fintech biasanya bergerak dalam bidang: 

  1. Lending/Pinjaman: Ini melibatkan perusahaan Fintech yang secara langsung menawarkan pinjaman dengan mengevaluasi kelayakan kredit peminjam. Pinjaman bahkan dapat diberikan secara online.  
  2. Payment/Pembayaran: Perusahaan Fintech memungkinkan orang melakukan pembayaran dengan tarif yang lebih murah. Teknologi blockchain memungkinkan perusahaan Fintech menawarkan harga yang lebih bersaing ketimbang bank.  
  3. Pengiriman uang internasional : Teknologi modern menyederhanakan proses pengiriman uang internasional, dan Fintech kini menyediakan alternatif yang lebih murah bagi pelanggan untuk mengirim uang secara internasional. Transfer uang internasional dapat dilakukan melalui pinjaman peer-to-peer, pembayaran lintas batas dan mata uang digital. Telah ditemukan bahwa bank dan perusahaan pengiriman uang cenderung mengenakan biaya sekitar delapan persen untuk pengiriman uang internasional. 
  4. Personal Finance/Keuangan pribadi: Fungsi termasuk aplikasi yang memberikan saran pengaturan keuangan kepada konsumen. Banyak aplikasi bahkan menawarkan advise mengenai pensiun atau investasi. 
  5. Pembiayaan modal: Perusahaan Fintech yang termasuk dalam kategori ini memudahkan bisnis untuk meningkatkan modal dengan menghubungkan start-up dengan investor terakreditasi. Mereka juga menyediakan penggalangan dana virtual (acara nirlaba online atau yang memiliki komponen online) untuk calon investor karena seluruh proses dilakukan secara online.  
  6. Consumer banking/Perbankan konsumen: Fintech mendisrupsi consumer banking dengan menawarkan kartu debit prabayar kepada orang-orang yang tidak bisa mendapatkan kartu kredit. 
  7. Asuransi: Perusahaan Fintech dalam kategori ini menawarkan asuransi individu yang tidak dapat diperoleh melalui cara lain.

Vertikal Wealthtech

  1. Robo-advisors: Mereka menciptakan opsi investasi yang layak melalui algoritme machine learning yang bergantung pada profil manajemen risiko pengguna dan faktor-faktor seperti usia dan pendapatan. Variasi lain dari robo advisors adalah perusahaan pensiunan Robo. Mereka membantu mengelola tabungan pensiun.  
  2. Investasi mikro: Platform ini memungkinkan pengguna untuk menginvestasikan uang dalam jumlah terbatas tanpa biaya komisi. Hal ini meningkatkan kebutuhan mereka untuk memiliki peluang yang lebih besar untuk mendapatkan keuntungan. 
  3. Pialang digital: Ini membuat data dan peluang pasar saham dapat diakses oleh orang-orang. 
  4. Alat investasi : Ini menawarkan data tambahan kepada investor melalui saluran digital.  
  5. Manajemen portofolio : Platform ini memungkinkan pengguna dan penasihat keuangan untuk mengontrol portofolio investasi mereka secara terorganisir.  

Tren Ke Depan 

Tahun 2022 ini, beberapa tren Fintech menunjukkan kebangkitan bank digital, artificial intelligence, dan machine learning. Penelitian oleh Business Insider Intelligence menyatakan bahwa 48 persen perwakilan perbankan percaya bahwa teknologi blockchain akan memiliki efek besar pada perbankan pada tahun 2022. Penelitian juga memperkirakan perbankan terbuka akan menghasilkan $43,15 miliar pada tahun 2026.  

Untuk tren Wealthtech di tahun 2022, terdapat peningkatan tokenisasi, peningkatan jumlah pembelian awal Wealth Tech, manajemen kepatuhan otomatis, dan peningkatan realitas virtual saat melakukan investasi terkelola. 

Kesimpulan

Fintech dan Wealthtech adalah industri baru yang memiliki nilai dan potensi besar di dunia teknologi. Keduanya tidak hanya membuat hidup kita lebih mudah dalam hal mengelola dan menyelamatkan keuangan kita, tetapi juga mengurangi kebutuhan akan layanan perbankan tradisional. Meskipun keduanya memiliki perbedaan, kedua bidang tersebut bergerak menuju masa depan yang cerah dan terus-menerus menghasilkan inovasi baru. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s