Berdasarkan catatan saya, Kresna Life mendapatkan sanksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sejak 3 Agustus 2020. Sanksi tersebut menyebabkan PT Asuransi Jiwa Kresna atau Kresna Life tidak dapat melakukan kegiatan penutupan pertanggungan baru. Pada bulan November 2020, OJK mencabut sanksi tersebut setelah berlaku selama tiga bulan. Pengakhiran sanksi pembatasan kegiatan usaha diberikan karena menurut OJK, Kresna Life telah mengatasi penyebab dikenakannya sanksi dengan memenuhi ketentuan dengan melaksanakan rekomendasi pemeriksaan tahun 2019.

Sebelumnya, pada Februari 2020, OJK telah melakukan pemeriksaan kondisi perseroan untuk periode 2019. Dalam pemeriksaan tersebut otoritas menemukan sejumlah pelanggaran yang dilakukan Kresna Life, khususnya pada produk Kresna Link Investa (K-LITA). OJK mewajibkan Kresna Life untuk membayar klaim yang telah diajukan oleh pemegang polis dan produk K-LITA dihentikan penjualannya.

Pada 7 Desember 2020, OJK kembali menjatuhkan sanksi kepada Kresna Life. Ada beberapa alasan sanksi ini kembali dijatuhkan. Pertama yakni perseroan tidak menurunkan konsentrasi penempatan investasi pada pihak terafiliasi Grup Kresna. Kedua, perseroan tidak menyelesaikan kewajiban terhadap seluruh pemegang polis, antara lain dengan membuat kesepakatan penyelesaian kewajiban. Ketiga, Kresna Life tidak memenuhi ketetuan rasio pencapaian solvabilitas minimum 100% Combo pelanggaran tersebut menyebabkan Kresna Life dilarang untuk melakukan kegiatan penutupan baru untuk seluruh lini usaha. Di samping itu, perusahaan tertap melaksanakan kewajiban-kewajibannya yang jatuh tempo.

Tututan Pemegang Polis

Pada berita media online di Agustus 2020, Anda akan membaca kabar mencengangkan bahwa Kresna Life mengalami gagal bayar hingga Rp. 6,4 Triliun. Nilai tersebut merupakan milik dari 8.900 nasabah dan 11.000 polis yang yang saat ini bermasalah di asuransi tersebut. Sebelumnya, nasabah mengungkapkan Kresna Life melakukan penundaan pembayaran klaim jatuh tempo sejak Februari 2020 hingga Februari 2021. Alasannya, Kresna Life mengalami masalah likuiditas sehingga tak bisa membayar polis ke nasabah. Selain tak bisa melakukan klaim, nasabah asuransi ini tak lagi mendapatkan manfaat investasi dari asuransi tersebut sejak Mei 2020.

Semakin lama, nasabah Kresna Life semakin panas. Beberapa kali nasabah melaporkan pengaduan ke DPR dan OJK, namun hasil yang didapat tidak terlalu memuaskan. Nasabah tidak yakin dengan kemampuan Kresna Life, apalagi mereka tidak melalukan kegiatan usaha sejak Desember 2020. Karena itu, OJK pun disomasi. Minggu ini, nasabah Kresna Life sudah melayangkan somasi kedua kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk mencabut Pembatasan Kegiatan Usaha (PKU) Kresna Life. Nasabah menilai bahwa PKU justru memperkecil kemungkinan Kresna Life mendapatkan uang untuk membayar klaim.

Tuntutan Kresna Life

Kresna Life sadar betul bahwa sumber dana untuk melakukan pembayaran klaim jatuh tempo adalah penutupan asuransi baru dari nasabah baru. Terlepas dari sudah hilangnya kepercayaan publik, Krensa Life membutuhkan blessing dari OJK untuk kembali ‘buka warung’.

Pada 13 April 2022, Kresna Life mengklaim telah melakukan pembayaran senilai Rp 1,37 triliun, termasuk penyelesaian/pelunasan kepada sekitar 48% pemegang polis. Perusahaan pun meminta OJK untuk mencabut sanksi PKU tersebut karena dinilai menghambat proses penyelesaian pembayaran utang polis. Pembayaran tersebut dilakukan secara bertahap, meskipun tidak ada pemasukan/pendapatan premi.

Sanksi PKU tersebut telah menghambat kegiatan usaha, operasional perusahaan dan kelangsungan pembayaran kewajiban perusahaan kepada pemegang polis. Pelayanan kepada Pemegang Polis juga terganggu. Karena PKU, perusahaan terpaksa melakukan efisiensi dengan melakukan pengurangan karyawan dikarenakan sudah tidak adanya kegiatan usaha yang dapat dilakukan. Hingga saat ini, tersisa 24 karyawan dan beberapa sudah mengajukan pengunduran ini. Hal ini menyebabkan kekhawatiran menurutnnya kinerja operasional perusahaan dan efeknya akan merugikan para pemegang polis.

Buah simalakama

Di mata OJK, sanksi PKU merupakan prosedur sah yang dilakukan setelah beberap teguran yang dilayangkan tidak juga dipenuhi oleh perusahaan. OJK menilai bahwa sanksi tersebut berguna untuk para calon nasabah baru untuk tidak ‘jatuh’ di lubang yang dialami oleh nasabah-nasabah lain. Di sisi lain, OJK memberikan waktu kepada Kresna Life untuk menyehatkan diri, memperbaiki segala kesalahan, dan akan membuka kembali kegiatan usaha apabila semuanya sudah pulih dan normal.

Kresna Life ‘yang sakit’, kini terus berusaha untuk membayar biaya klaim nasabah yang jatuh tempo dan yang tertunggak. Di sisi lain, Kresna Life yang sedang pulih sebenarnya membutuhkan asupan dana untuk kembali menjalankan investasi dan kegiatan operasional. Tanpa dana baru dari kegiatan usaha, Kresna Life akan makin menderita dan kehabisan waktu.

Hal ini yang menjadi pertimbangan para nasabah Kresna Life untuk menuntut pencabutan sanksi PKU. Mereka tahu benar bahwa Kresna Life hanya akan pulih dan memilik kekuatan untuk membayar klaim jika sanksi itu dicabut. Ini adalah alasan yang masuk akal. Namun, OJK tahu benar bahwa buah simalakama mungkin akan terjadi jika OJK mencabut Saksi tersebut tanpa kepastian bahwa Kresna Life sudah benar-benar sehat. Kepentingan pemegang polis merupakan perhatian utama OJK dalam menangani permasalanan asuransi Kresna Life.

Kini, yang terjadi adalah PKU tersebut telah semakin dalam memasukkan Kresna Life dan nasabah mereka menuju ketidakpastian. Kresna Life mulai kehabisan waktu. Sementara itu, karyawan yang membutuhkan kepastian penghasilan dan masa depan mulai meninggalkan perusahaan. Nasabahpun demikian. Semakin lama waktu berlalu, mereka semakin tidak yakin bahwa premi yang dijanjikan dalam polis akan mereka dapatkan. Mereka hanya berharap bahwa “buluh yang terkulai, tidak akan dipatahkan”. Semoga Kresna Life bertahan hidup dan sungguh pulih.

Ditulis oleh: Afrianto Budi

Gambar sumber: istimewa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s