Platform teknologi asuransi (insurtech) asal Singapura, Igloo, mengumumkan penutupan putaran pendanaan Seri B senilai US$19 juta (sekitar Rp271,4 miliar) yang dipimpin Cathay Innovation serta partisipasi ACA Investment dan para investor terdahulunya, yakni Openspace Ventures, Singtel Innov8, serta Partech Ventures. Pendanaan ini membuat total pendanaan terkumpul Igloo mencapai lebih dari US$36 juta.

Bersamaan dengan penutupan pendanaan itu, Igloo mengumumkan penunjukkan Raunak Mehta sebagai CEO baru. Ia akan bekerja sama dengan Co-Founder Igloo Wei Zhu, yang juga merupakan dewan direktur perusahaan.

Bergabung dengan Igloo sejak 2018 sebagai Chief Commercial Officer, Raunak memiliki pengalaman di bidang teknologi dan e-commerce serta pernah memimpin sejumlah startup, seperti Flipkart dan Zalora.

Executive Director Openspace dan Board Member Igloo, Ian Sikora, mengungkapkan bahwa pandemi COVID-19 merupakan momen penting bagi seluruh industri insurtech karena pandemi ini semakin menekankan perlunya membawa asuransi ke publik yang lebih luas.

“Di bawah kepemimpinan Raunak, Igloo merespon dengan kreatifitas dan kecepatan, dan sekarang telah menguasai pangsa pasar regional. Kami telah menjadi mitra aktif sejak tahun 2018 dan sangat senang melihat tim bekerja sama dan menemukan peluang di tengah kesulitan,” kata Ian, Kamis (10/3/2022).

Director Cathay Innovation di Asia Tenggara dan Board Member Igloo, Rajive Keshup, mengungkapkan bahwa Cathay sangat percaya pada akses dan inklusi keuangan untuk Asia Tenggara dan misi Igloo adalah misi yang sangat selaras dengan perusahaan dari sisi manapun.

“Kami merasa terhormat menjadi bagian dari perjalanan ini, menyaksikan Raunak dan timnya membangun kekuatan, berkembang secara regional dengan kecepatan yang sangat tinggi di tengah pandemi COVID-19. Kami sangat bersemangat menantikan apa yang akan dilakukan selanjutnya oleh tim di Igloo,” kata Rajive.

Dengan pendanaan Seri B, Igloo berencana untuk mendorong inovasi produk yang menempatkan dirinya sebagai salah satu perusahaan asuransi terkemuka. Igloo akan terus memperkuat kemampuan full-stack yang dimiliki, bersama dengan inovasi analisa risiko yang dinamis dan alat penilaian klaim bertenaga AI.

Sejalan dengan visi Igloo ‘Asuransi untuk Semua’, pengembangan produk dan fokus distribusi Igloo akan lebih menargetkan segmen pelanggan berpenghasilan menengah hingga bawah yang kurang diasuransikan di Asia Tenggara.

Sejak bergabung dengan Igloo pada tahun 2018, Raunak mempelopori masuknya Igloo ke pasar Filipina, Vietnam, Thailand, Indonesia, Australia dan Malaysia, sekaligus membangun kemitraan dengan para brand terdepan di industri seperti Lazada, Shopee, Bukalapak, AIS, RedDoorz, foodpanda, Lotte Finance, dan Ahamove untuk berbagai jenis produk asuransi.

Terkini, Igloo berhasil membawa pertumbuhan tiga kali lipat buat gross written premium (GWP) pada 2021. Memiliki lebih dari 30 kemitraan besar dan jejak regional yang terus meningkat, Igloo berada pada posisi yang tepat untuk meraih tujuannya memfasilitasi lima persen Premi Asuransi Umum untuk lima tahun ke depan. Pada 2021, Igloo pun telah membantu menanggung lebih dari 75 juta polis di Asia Tenggara.

Gambar: Istimewa

One thought on “Igloo Tutup Pendanaan US$19 Juta dan Tunjuk CEO Baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s