Peran financial technology kini telah menjadi bagian penting dari gaya hidup dan kebiasaan masyarakat, mulai dari kebutuhan sehari-hari (e-money dan payment gateway) hingga kondisi tertentu seperti lending, remittance, dan insurtech. Di Indonesia, perkembangan industri fintech yang masif ini didorong oleh peningkatan penetrasi internet dan adopsi konsumen digital. Berawal dari e-money dan lending P2P, kini industri fintech melayani segmen yang lebih luas untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin maju mulai dari asuransi, investasi, remittance, dan lain-lain.

Saat kita melihat masa depan layanan keuangan dan kemajuan fintech, kita melihat kemajuan dan perubahan di cakrawala yang membutuhkan inovasi dan adopsi. Banyak inovasi teknologi beberapa tahun terakhir kini membentuk tren fintech. Tanpa prevalensi dalam teknologi seperti AI dan sistem blockchain yang berkembang di masa lalu, fintech mungkin berada di jalur yang berbeda.

Menurut laporan e-Conomy SEA 2021, Indonesia diperkirakan akan mencatat $70 miliar Gross Merchandise Value (GMV) pada tahun 2021 yang disumbangkan oleh sektor e-commerce, transportasi dan pengiriman makanan, perjalanan online, dan media online. Pada tahun 2025, nilainya diprediksi mencapai $146 miliar. Pertumbuhan yang diharapkan ini juga didorong oleh peningkatan penetrasi internet, kepemilikan akun keuangan, dan pembelian online.

Berikut ini adalah lanskap digital di Indonesia yang membandingkan situasi pada tahun 2018 dengan tahun 2021. Di sini kita bisa melihat bahwa pertumbuhannya sangat pesat. Hal ini menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk menggarap pasar fintech di Indonesia.

Sumber grafik: We We Are Social & Hootsuite

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s