Pandemi covid-19 membuat perekonomian nasional menjadi lesu. Hal ini pun terjadi pada asuransi syariah. Sekalipun pandemi menciptakan kesadaran mengenai betapa pentingnya asuransi, industri perasuransian sangat sulit untuk bertumbuh. Fakta itu ditunjukkan oleh riset yang dilakukan oleh Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) dan ditayangkan pada majalah Media Asuransi Edisi November 2021 dan memunculkan daftar Best Insurance 2021.

Ada 18 indikator keuangan yang dijadikan LMRA dalam melakukan kajian untuk asuransi dan reasuransi Syariah untuk lolos dalam Best Insurance 2021. Dari hasil kajian oleh LRMA, 11 perusahaan asuransi dan reasuransi syariah full fledged di Indonesia – dari 13 perusahaan, namun 2 perusahaan belum mempublikasikan laporan keuangannya— menunjukkan kinerja cukup menggembirakan di tahun 2020.

Terdapat petumbuhan negatif dalam banyak aspek seperti hasil investasi, surplus (defisit) underwriting dana tabaru, laba rugi setelah pajak, serta solvabilitas dana tabaru. Meski demikian, ada hasil menggembirakan di mana kontribusi bruto meningkat sebesar 9,2 persen dan pendapatan asuransi meningkat sebesar 11,22 persen.

Sumber gambar: Majalah Media Asuransi Edisi November 2021

Kita berharap kinerja asuransi syariah di tahun 2022 bertumbuh subur, seiring dengan mulai bertransformasinya beberapa produk asuransi konvensionak menjadi produk digital. Pandemi covid-19 meningkatkan kesadaran dalam berasuransi. Perusahaan asuransi harus mampu memanfaatkan pandemi ini sebagai peluang untuk meraih kesuksesan di masa yang sulit.

Gambar sampul: bisnis.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s