Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung sejak awal 2020 merupakan peristiwa besar yang akan selalu tercatat dalam sejarah. Efeknya begitu luas dan multidimensi. Masyarakat merasakan efek psikologis, emosional, dan ekonomi. Dampak finansial memaksa orang di seluruh dunia untuk menilai kembali prioritas, tujuan, kebutuhan, dan seluruh gaya hidup mereka.

Masyarakat di negara berkembang lebih merasakan pukulan keras dari covid-19 ini daripada konsumen negara maju, baik dalam hal keuangan dan kesehatan. Mereka menghadapi konsekuensi kehilangan pekerjaan, pengurangan waktu kerja, dan kehilangan kesempatan untuk menabung. Sementara generasi muda terkena dampak finansial, generasi tua menghadapi risiko kematian yang lebih besar. Tentunya, efek ini akan terus berlanjut hingga pandemi berakhir.

Penelitian EY baru-baru ini mengkonfirmasi bagaimana pandemi secara fundamental mengubah kebutuhan masyarakat, bagaimana mereka berencana untuk meningkatkan keamanan finansial mereka, dan apa yang dapat dilakukan perusahaan asuransi untuk memanfaatkan peluang. Dilakukan antara Mei dan Agustus 2021, EY mensurvei 4.200 orang di tujuh negara (Brasil, Kanada, Jepang, Belanda, Filipina, Afrika Selatan, dan AS) tentang dampak keuangan pandemi, rencana responden ke depan, minat mereka pada berbagai jenis produk asuransi, dan preferensi pembelian mereka.

Hasil penelitian mengungkapkan minat konsumen pada produk baru, dengan proposisi nilai yang kuat dan fitur khusus, serta keterbukaan untuk berinteraksi dan membeli dengan cara baru. Perusahaan asuransi perlu melibatkan konsumen dengan empati, mengembangkan solusi yang memperkuat kesejahteraan finansial, berinovasi dalam rangkaian produk mereka, dan mengoptimalkan saluran distribusi digital. Pada akhirnya, perusahaan asuransi harus menjalankan tujuan mereka untuk memberikan perlindungan kepada mereka yang paling membutuhkan, dengan tujuan menjembatani kesenjangan perlindungan.

Empat temuan utama dari Survei Konsumen Asuransi Global EY 2021:

  1. Pandemi menyebabkan kecemasan yang hampir universal, yang telah mendorong konsumen untuk mengambil tindakan dan meningkatkan minat mereka pada bentuk perlindungan baru.
  2. Di luar dampak psikologis, pasar negara berkembang dan generasi muda menerima pukulan finansial terbesar dan menunjukkan minat terbesar pada produk baru.
  3. Konsumen pasar berkembang cerdas secara digital, terbuka untuk berbagi data dan siap membeli produk baru dengan cara baru.
  4. Karena tanggung jawab sosial perusahaan penting bagi konsumen, perusahaan asuransi harus berdiri di belakang nilai-nilai hebat serta produk-produk hebat.

Ancaman pandemi COVID-19 dirasakan cukup dekat dengan rumah tinggal kita. Kehilangan orang yang dicintai lebih awal dari yang diharapkan adalah kekhawatiran utama bagi konsumen di seluruh dunia, dengan 76% dari keseluruhan responden menyatakan keprihatinan ini. Jelas, ini lebih dari sekadar krisis ekonomi, meskipun pertaruhan finansialnya juga tinggi. Kesejahteraan finansial adalah perhatian tertinggi kedua, disampaikan oleh 73% dari semua responden.

Konsumen di seluruh dunia juga memiliki banyak kesamaan dalam hal reaksi mereka terhadap pandemi. Tiga dari empat (75%) mengantisipasi membuat persiapan keuangan dalam menanggapi pandemi. Secara khusus:

  • 50% rencana untuk menghemat lebih banyak
  • 30% rencana untuk mengembangkan rencana darurat
  • 23% berencana untuk berbicara dengan penasihat keuangan

Implikasinya jelas: tidak ada yang mau terjebak seperti ini lagi. Pemulihan dan persiapan untuk krisis lain adalah prioritas langsung, daripada dana pensiun atau perencanaan kredit kepemilikan rumah.

Persentase yang signifikan dari responden tertarik pada jenis produk asuransi baru. Mereka menyatakan minat terbesar terhadap polis yang membayar biaya rawat inap (94% di pasar negara berkembang dan 64% di pasar maju tertarik), diikuti oleh fitur tambahan untuk asuransi jiwa yang memungkinkan akses ke dana darurat (91% di pasar negara berkembang dan 56% di pasar maju tertarik). Mereka juga memikirkan produk perlindungan pendapatan jangka pendek, seperti asuransi yang mendanai rencana pendidikan perguruan tinggi atau membayar tagihan kartu kredit jika terjadi kehilangan pekerjaan.

Dibandingkan dengan penelitian serupa yang dilakukan EY pada pertengahan 2020, temuan ini menunjukkan konsistensi yang luar biasa. Terlepas dari tanda-tanda harapan di akhir musim semi dan awal musim panas 2021, kekhawatiran keuangan tampaknya tidak akan mereda dalam waktu dekat. Konsumen sangat tertarik untuk menghindari apa yang kami sebut “covid-19 finansial yang panjang,” keadaan kecemasan finansial yang berkelanjutan karena ketidakpastian keseluruhan dan rasa tidak siap untuk peristiwa lain yang sangat mengganggu.

Oleh:  Bernhard Klein Wassink

Terjemahan bebas dari dig-in.com (dig-in.com mengutip dari ey.com)

Gambar: BeritaSatu.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s