Anda tentu masih ingat dengan Surat Edaran  OJK No 19/SEOJK.05/2020 tentang Saluran Pemasaran Produk Asuransi. Dalam Surat Edaran (SE) tersebut disebutkan beberapa jenis saluran pemasaran, yaitu direct marketing, agen asuransi, bancassurance, Badan Usaha Selain Bank (BUSB), dan Tenaga Pemasara Asuransi Mikro, khususnya untuk produk asuransi micro.

Berdasarkan SE OJK ini, seluruh kegiatan dan/atau kerja sama pemasaran produk asuransi harus dilaporkan ke OJK dan perusahaan harus memperoleh surat  persetujuan OJK  sebelum memasarkan  produk melalui bancassurance, tenaga pemasar, dan BUSB yang  menggunakan sistem  elektronik. Ketentuan ini wajib dijalankan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak  SEOJK ini berlaku, yaitu pada tanggal 2 Oktober 2021.

Ketentuan Isi Perjanjian Kerasama

Sebelum melaporkan ke OJK, tentu perusahaan asuransi harus memiliki Perjanjian Kerjasama (PKS) dengan saluran pemasaran produk asuransi tersebut. Adapun sesuai dengan SE OJK tersebut, PKS dengan Saluran Pemasaran harus memuat setidaknya:

  1. identitas para pihak;
  2. hak, kewajiban, dan tanggung jawab para pihak;
  3. jangka waktu perjanjian;
  4. syarat dan tata cara perubahan perjanjian;
  5. keputusan underwriting dan klaim menjadi wewenang Perusahaan Asuransi (PA);
  6. nama dan spesifikasi Produk Asuransi;
  7. prosedur penutupan asuransi dan pembayaran Premi;
  8. prosedur penyelesaian dan pembayaran klaim;
  9. prosedur pemberitahuan perubahan media pemasaran dan/ Ringkasan Informasi  Produk dan Layanan (RIPLAY) asuransi;
  10. besaran komisi;
  11. kewenangan dan tanggung jawab para pihak untuk memenuhi kebutuhan tertanggung;
  12. kewenangan dan tanggung jawab tiap pihak dalam mendukung APU-PPT;
  13. kewajiban para pihak menjaga kerahasiaan data;
  14. tanggung jawab para pihak dalam penanganan pengaduan tertanggung;
  15. kode etik Agen Asuransi (agen harus bersertifikat);
  16. kondisi berakhirnya PKS;
  17. kewenangan PA menyampaikan indikasi pelanggaran kode etik dan hukum;
  18. penyelesaian hak dan kewajiban tiap pihak jika PKS berakhir; dan
  19. mekanisme penyelesaian sengketa.

Harus diingat bahwa Pemasaran melalui BUSB hanya dapat dilakukan dalam  bentuk referensi, yaitu BUSB sebagai wakil PA yang:

  • hanya     menyampaikan/menyediakan marketing kit
  • dan/atau RIPLAY yang ditetapkan/disetujui PA
  • tidak memberikan penjelasan syarat dan ketentuan;
  • tidak membantu proses akseptasi asuransi;
  • tidak membantu proses klaim.

Pemasaran Melalui Media Elektronik

PA , agen, bank, BUSB dapat memasarkan  produk menggunakan sistem elektronik,  baik diselenggarakan sendiri atau pihak lain  didasarkan pada PKS, a.l. melalui website,  aplikasi, media sosial, surat elektronik,  dan/atau SMS.

Pemasaran   produk melalui website atau aplikasi online harus:

  • memiliki tanda daftar penyelenggara  sistem elektronik
  • memiliki dan menerapkan kebijakan, standar, dan prosedur atas proses manajemen risiko teknologi informasi
  • memenuhi    seluruh persyaratan yang  diwajibkan OJK dan Lembaga yang berwenang mengenai sistem elektronik.

Kebijakan, standar, dan prosedur manajemen  risiko TI minimal:

  • tata kelola, prosedur kerja, dan mekanisme
  • audit secara berkala
  • sistem pengamanan data konsumen
  • sistem pengamanan terhadap komponen  sistem elektronik dalam menghindari  gangguan, kegagalan, dan kerugian
  • evaluasi dan pengkinian kebijakan berkala
  • prosedur identifikasi, pengukuran,  pengendalian dan pemantauan risiko

Dokumen Pelaporan

Dokumen pelaporan kerja sama dengan BUSB untuk  pemasaran menggunakan sistem elektronik meliputi:

  • Formulir permohonan persetujuan kerja sama BUSB
  • Konsep perjanjian kerja sama yang diparaf para pihak
  • Salinan surat persetujuan dan/atau pencatatan produk
  • Media pemasaran yang disetujui PA
  • RIPLAY
  • Dokumen terkait penilaian reputasi, kecakapan, & pengetahuan BUSB

Wajib Lapor Sebelum 2 Oktober 2021

Agregator, E-commerce, dan perusahaan InsurTech yang menjadi bagian dari BUSB harus memastikan bahwa Anda sudah memiliki PKS dengan perusahaan Asuransi sesuai dengan ketentuan di atas. Jika tidak, maka jangan salahkan OJK apabila Perusahaan Asuransi diminta oleh OJK untuk mencabut produk asuransi yang selama ini Anda pasarkan. Ingat, 2 Oktober 2021 adalah batas waktu pelaporan tersebut. (ABP)

Download SE OJK No 19/SEOJK.05/2020 di sini

Gambar Ilustrasi: Unir.net

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s