Sementara beberapa perusahaan asuransi di Indonesia terus menerus berjuang untuk mengungguli asuransi pesaingnya, perusahaan asuransi AS bergabung dengan bursa digital baru untuk menjual tidak hanya polis mereka sendiri tetapi juga polis pesaing. Ini merupakan sebuah perubahan baru dalam industri yang dikenal dengan persaingan yang amat ketat.

Chubb Ltd (CB.BN) , Travellers Companies Inc (TRV.N) dan Liberty Mutual baru-baru ini telah menandatangani perjanjian sebagai agen yang juga menjual polis.

Pertumbuhan distribusi digital mewakili perubahan dalam cara perusahaan asuransi bersaing di pasar untuk asuransi mobil dan rumah tinggal serta lini bisnis dan komersial senilai ratusan miliar dolar per tahun.

Operator juga diuntungkan karena dapat memenuhi lebih banyak kebutuhan pelanggan, bahkan jika mereka tidak menjual polis mereka sendiri.

Industri telah menjauh dari agen “captive” yang hanya menjual polsi dari satu perusahaan, tetapi pertukaran digital mempercepat tren, kata Matt Leonard, mitra Oliver Wyman yang bekerja di bidang asuransi, sebagaimana dikutip dari reuters.com

“Seluruh proses sekarang didukung oleh teknologi dan pasar pemain yang lebih luas,” katanya.

Kemitraan dengan bursa telah berkembang selama lima tahun terakhir. Terlepas dari revolusi digital di industri lain, banyak pelanggan asuransi – terutama usaha kecil – lebih suka bekerja dengan agen yang dapat menjelaskan isi polis dan menemukan harga terbaik. Akibatnya, alat asuransi online yang dibuat sendiri tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Pertukaran sekarang memungkinkan agen untuk menawarkan harga yang lebih baik kepada pelanggan dan memenuhi kebutuhan yang lebih luas tanpa harus mengorbankan profit, kata eksekutif dan ahli.

“Chubb secara aktif terlibat dengan sejumlah mitra di saluran ini termasuk bolttech dan Bold Penguin,” kata Sean Ringsted, chief digital officer di Chubb.

Rob Schimek, CEO bolttech, memberikan contoh: Sebuah perusahaan yang mengunderwrite polis untuk mobil tetapi bukan rumah dapat menggunakan bolttech untuk menawarkan cakupan pemilik rumah dari operator lain. Itu membuat pelanggan tidak berbelanja di tempat lain. Perusahaan asuransi mobil otomatis memperoleh komisi penjualan atas polis pemilik rumah sementara perusahaan asuransi lainnya mendapatkan pendapatan premi.

Sementara pertukaran membawa lebih banyak pelanggan, mereka menimbulkan ancaman dengan memungkinkan perusahaan asuransi yang lebih kecil dengan polis khusus untuk menjangkau pasar yang besar, kata Matteo Carbone, pendiri dan direktur Observatorium Asuransi IoT, sebuah kelompok riset.

“Ini, bagi saya, adalah risiko terbesar” bagi perusahaan asuransi besar, katanya.

Fenomena ini mungkinkah terjadi di Indonesia?

One thought on “Perusahaan Asuransi di AS Mulai Menjual Produk Milik Asuransi Lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s