Insurance Technology (insurtech) dapat digambarkan sebagai perusahaan asuransi, perantara, atau spesialis segmen rantai nilai asuransi yang memanfaatkan teknologi untuk bersaing atau memberikan manfaat nilai tambah bagi industri asuransi.

Insurtech juga dapat disebut sebagai perusahaan berbasis teknologi yang memasuki sektor asuransi, memanfaatkan teknologi baru untuk memberikan perlindungan kepada basis pelanggan yang lebih cerdas secara digital.

Ada 3 segmen Insurtech, yaitu:

1. Full Stack Insurers

Full-stack Insurers yang didefinisikan sebagai platform yang mengunderwrite polis, menanggung risiko (atau penanggung atau reasuradur menanggung atau berbagi risiko), dan, dalam banyak kasus, mengelola proses dari awal hingga akhir. Ini adalah transormasi perusahaan asuransi yang memiliki izin penyelenggaraan asuransi untuk membangun platform digitalnya sendiri dalam memberikan pelayanan dan pengalaman unik kepada pelanggannya mulai dari promosi produk, penjualan, analisis risiko, pelayanan transaksi pembayaran langsung premi maupun klaim

Contoh dari Insurtech ini adalah Simas Insurtech yang secara khusus menyediakan produk-produk asuransi berbasis digital / API untuk berbagai platform maupun end customer.

2. Aggregator/Marketplace

Insurtech jenis agregator ini memberikan pengalaman baru dalam mendapatkan produk asuransi dengan cara membandingkan produk asuransi satu dengan yang lain. Masyarakat dapat membandingan harga, luas jaminan asuransi, hingga ketentuan klaim dari berbagai asuransi. Agregator dalam hal ini berperan secara pasif untuk memberikan perbandingan berbagai produk dan layanan asuransi serta menyediakan platform untuk memfasilitasi transaksi. Agregator mendapatkan komisi atau imbal hasil dari asuransi apabila berhasil menjual produk dalam jumlah tertentu.

Beberapa contoh agregator yang bisa kita sebutkan antara lain cekpremi.com, lifepal.com, cermati.com, cekaja.com

3. Brokers/Agent

Merupakan aggregator yang telah memiliki izin kepialangan/keagenan asuransi.  Hak dan kewajiban diatur dengan jelas antara broker/agent dengan perusahaan asuransi. Mereka memiliki lisensi untuk menjalankan bisnis keperantaraan secara aktif, baik sebagai konsultan manajemen risiko maupun dalam memilih perusahaan asuransi sesuai kebutuhan Tertanggung dan mengatur transaksi asuransi. Seiring berkembangnya waktu, Insurtech jenis ini juga menyediakan platform bagi para agen/tenaga pemasar asuransi untuk melakukan transaksi asuransi. 

Beberapa contohnya antara lain Fuse, Qoala, dan Pasar Polis Mitra. 

Jenis-Jenis Insurtech Platform

Sumber: Capgemini World InsurTech Report 2018

Ada 3 jenis platform Insurtech, yaitu:

  1. Full Carriers, terdiri dari digital carriers, p2p insurers, micro insurers, on-demand insurers, dan usage-based insurers
  2. Distributors, terdiri dari marketplace, personal finance assistants, digital brokers, B2B digital distributors, value-adding intermediaries
  3. Enablers, terdiri dari front-office solution providers, policy/plant management solution providers, claims management solution providers, data specialist, technology specialist

Full Carriers

Sumber: DSInnovate Insurtech Indonesia 2021

Distributors

Sumber: DSInnovate Insurtech Indonesia 2021

Enablers

Sumber: DSInnovate Insurtech Indonesia 2021

Di Indonesia, bisakah Anda menemukan contoh untuk setiap jenis platform InsurTech di atas? Silakan masukkan ke kolom diskusi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s